Vitayang Fish Oil + EPO
adalah suplemen dari Fish Oil (minyak ikan) pilihan sebagai sumber terbaik dari
asam lemak essensial Omega-3 (EPA/Eicosapentanoic acid dan DHA/Decosahexaenoic
acid) dengan kombinasi minyak Evening Primrose Oil yang merupakan sumber alami
terbaik dari asam lemak essensial omega-6. Fish oil berasal dari ikan Sarden dan Anchovi, keduanya adalah ikan yang sangat
adaptif karena dapat hidup diperairan tropik maupun laut dingin. Sedangkan EPO
diekstrak dari bunga Evening Primrose.
Kandungan Vitayang Fish Oil + EPO
Sajian per softgel 1000 mg, mengandung :
Fish Oil ....................... 600 mg
EPA ....................... 108 mg
DHA ....................... 72 mg
EPO ........................... 400 mg
Manfaat Vitayang fish
oil dan EPO :
- Mencegah hipertrigliseridemia dan membantu mengontrol kadar lemak darah
- Membantu mengontrol kadar kolestrol (LDL dan VLDL)
- Mencegah aritmia, penyakit jantung, hipertensi dan stroke
- Memperbaiki sistem pensyarafan otak dan sistem tranmis syaraf
- Membantu mencegah resiko pendarahan akibat dtroke
- Mencegah dan meringankan parkinson dan alzheimer
- Memperbaiki memori / daya ingat
- Mengurangi resiko stress dan depresi
- Anti inflamasi (peradangan)
- Membantu mengurangi nyeri sendi / osteoartitis / reumatik
- Membantu mengontrol sistem hormonal
- Meredakan gejala PMS saat haid
- Mencegah dan meringankan gejala premenopause seperti hot flashes (panas di dada)
- Memperbaiki kerusakan rambut, kuku dan kulit
- Memperbaiki tekstur kulit dan menghaluskan kulit
- Meringankan kelainan pada kulit seperti eksism, dermatitis, jerawat dan psoriasis
- Memperbaiki ketajaman mata
- Membantu mencegah komplikasi pada pendirita diabetes melitus
- Mencegah kerusakan hati dan ginjal
- Mengoptimalkan komunikasi antar sel
PENGETAHUAN
Peran Lemak
Lemak adalah salah satu
zat gizi yang tidak selalu buruk bagi kesehatan seperti yang umum diketahui
masyarakat saat ini. Lemak merupakan salahsatu makro nutrisi (nutrisi yang
dibutuhkan tubuh dalam jumlah besar). Beberapa fungsi lemak yaitu: sebagai energi
utama; komponen utama dinding/membrane sel (bersama-sama dengan karbohidrat dan
protein) yang berperan sebagai pelindung sel dan mengatur keluar masuk senyawa
(air, ion,nutrisi, molekul lain dari/ke dalam sel); senyawa pembentuk
organel-organel dalam sel; pembentuk hormone (seperti steroid) dan cairan
kelenjar (kelenjar empedu); penghantar sinyal (sfingolipid, spingomyelin);
pelarut vitamin A,D,E,K; sebagai pelumas; pelindung sel dan memberi rasa
kenyang.
Struktur dan Jenis Asam
Lemak
Struktur kimia lemak
dalam makanan pada umumnya berbentuk trigliserida, perpaduan antara satu
molekul gliserol dengan tiga molekul asam lemak. Perbedaan struktur asam lemak
membedakan jenis dan sifat lemak. Asam lemak dibedakan satu dengan lainnya oleh
jumlah karbon dalam rantainya dan jumlah ikatan ganda dalam rantai tersebut.
Ada dua macam asam lemak
yang terkenal saat ini yaitu:
1. Asam lemak tak jenuh
(unsaturated fatty acid), terbagi menjadi 2:
Asam lemak tak jenuh
tunggal (monounsaturated fatty acid): hanya mempunyai satu ikatan ganda. Banyak
ditemukan pada alpukat, minyak zaitun, kacang dan minyak canola
Asam lemak tak jenuh
ganda (polyunsaturated fatty acid), mempunyai lebih dari satu ikatan ganda.
Asam lemak tergolong kategori ini yaitu omega-3 dan omega-6, yang merupakan
asam lemak esensial (Essential Fatty Acid/EFA), maksudnya adalah asam lemak
yang tidak bisa diproduksi oleh tubuh sehingga tubuh memerlukan asupan dari
luar (dari makanan). Omega-3 sumber utamanya berasal dari fish oil (minyak
ikan) Evening Primrose Oil (EPO), minyak (borage, biji blackcurrant, Flax,
bunga matahari, jagung, sunflower, walnut, sesame/wijen, kedelai). Selain itu,
EPO juga merupakan sumber GLA (gamma Linoleid Acid).
2. Asam lemak jenuh
(saturated fatty acid): tidak mempunyai ikatan ganda. Banyak terdapat pada
daging, telur,mentega.
Mengapa perlu suplemen
kaya omega-3 dan omega-6?
Kekurangan asam lemak
telah dilaporkan sejak tahun 1929, bahwa diantara asam lemak ada yang esensial
untuk tubuh yaitu asam linoleat (18:2 omega-6) dan asam linoleat (18:3
omega-3). Kedua jenis asam lemak ini dibutuhkan untuk pertumbuhan dan fungsi
normal semua jaringan tubuh, menentukan integritas dan fluiditas membrane sel.
Dengan fungsi membrane yang optimal, maka sel akan dapat berkomunikasi dengan
baik dengan sel-sel lainnya dan lebih responsive terhadap hormon.
Kemanfaatan dari omega-3
dan omega-6 ditentukan oleh perbandingan antara omega-6 dengan omega-3. Rasio
omega-6 dan omega-3 yang dianjurkan adalah 2-4:1. Rasio yang terlalu tinggi
(seperti makanan barat dengan rasio omega-6 dan omega-3 antara 15:1 atau
16,7:1), dapat menyebabkan berbagai gangguan penyakit, diantaranya penyakit
kardiovaskular, kanker dan autoimun. Studi menunjukkan bahwa rasio omega-6 dan
omega-3 yang rendah dapat membantu mengurangi resiko terjadinya berbagai
penyakit.
Omega-3 yang berasal
dari tumbuhan umumnya dalam bentuk ALA (Alpha Linoleid Acid). Tubuh mengubah
ALA menjadi EPA (Eicosapentanoic acid) dan DHA (docosahexanoid acid) namun
perubahan ini pada umumnya tidak maksimal sehingga omega-3 yang berasal dari
ikan lebih baik karena mengandung EPA dan DHA sehingga dapat langsung digunakan
oleh tubuh. Namun bagi seseorang yang tidak suka makan ikan, asupan EPA dan DHA
tidak optimal.
Omega-3 bisa didapat
jika kita mengkonsumsi makanan yang berasal dari laut ataupun lemak hewani,
sedangkan omega-6 berasal dari konsumsi makanan nabati.
Ada beberapa alasan
kenapa dibutuhkan suplementasi omega-3 dan omega-6 :
Tidak semua orang dapat
mengkonsumsi makanan yang kaya akan omega-3 dan omega-6 yang telah disebutkan
di atas,terutama dari ikan, sehingga, kecenderungan kekurangan asam lemak ini
dapat terjadi.
Omega-3 dan omega-6
dapat rusak akibat proses pemanasan dan teroksidasi, sehingga sangat mungkin
untuk rusak saat dikonsumsi.
Omega-3 dan omega-6
sangat dibutuhkan oleh tubuh setiap harinya, jika kekurangan, lama kelamaan
akan menimbulkan penyakit yang berbahaya, sehingga mau tidak mau, jikalau
konsumsi makanan yang mengandung omega-3 dan omega-6 sangat rendah,
suplementasi menjadi pilihan yang tepat.
Metabolisme Omega-6
selain menghasilkan senyawa prostaglandin (PGE1) yang menekan kejadian
inflamasi, juga menghasilkan prostaglandin (PGE2) yang memicu kejadian
inflamasi. Oleh karena itu penting untuk dikonsumsi dengan omega-3 karena
omega- menghambat protaglandin (PGE2) dari omega-6. Selain itu metabolisme
omega-3 menghasilkan protaglandin (PGE3) dan Leukotrienes (LTB5) yang
menghambat inflamasi. (lihat gambar)

No comments:
Post a Comment